Lagu Pengantin Pernikahan Adat Jawa

gending pernikahan jawa
Salah satu keunikan dalam pernikahan adat jawa adalah lagu atau adanya gending jawa yang mengiringi jalannya acara pernikahan, yaitu suara gamelan yang berdentang mengiringi kedatangan mempelai memasuki kursi singga sana. sebuah langgam yang sering digunakan adalah kebo giro ataupun kodok ngorek, langgam ini sama-sama menggambarkan tentang perjalanan seorang lajang yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya, tentu saja makna yang ditafsirkan berbeda-beda tergantung suasana dan acara langgam ini di perdengarkan.

Namun jika saya yang mendengarkan langgam ini, rasanya saya langsung teringat pernikahan kakak. Dia mengenakan pakaian adat jawa, dan berjalan menuju pelaminan dengan diiringi langgam jawa. rasanya begitu sakral. namun membahagiakan. kalau di keraton biasa di gunakan untuk penyambutan tamu agung. Baiklah, jika ingin mendengarkan atau mendownload langgam kebo giro, silahkan klik disini, anda juga bisa memilih beberapa langgam alternatif yang sering digunakan dalam pernikahan adat jawa, selamat berbahagia.

More Info about wedding
persiapan pernikahan yang
harus anda ketahui

weddingshouse.blogspot.com

Makna Prosesi Perkawinan Adat Sunda

prosesi perkawinan adat sunda, pernikahan adat sunda
Di dalam prosesi pernikahan adat sunda, ada beberapa ritual yang harus kita pahami maknanya bersama, karena dalam pernikahan atau perkawinan yang ada di Indonesia khususnya adat sunda, memiliki arti yang sakral, baik penghormatan kepada Tuhan sang pencipta maupun kepada orang tua. Perlu diingat bahwa rangkaian di bawah ini dilakukan setelah kedua mempelai dinyatakan resmi sebagai suami istri.

Makna Bagian pertama dalam prosesi perkawinan adat sunda adalah:
Sembah Sungkem, Sembah sukem ini seperti ngaras. Bedanya, ngaras dilakukan seorang calon mempelai. Pada sem­bah sungkem, kedua mempelai yang sudah meng­ucapkan ijab kabul, melakukan sembah sungkem pada kedua orang tua.

Makna dari sembah sungkem dalam pernikahan adat sunda adalah mohon doa restu kepada kedua orang tua. Diiringi dengan salawat nabi (ada yang seperti itu), untuk menyam­paikan salam dan salawat kita kepada Nabi Muham­mad utusan Allah.

urutan sembah sungkem diwawali oleh masing-masing ibu mempelai , kemudian bergantian kepada mertua. Dilanjutkan sembah sungkem masing-masing ayah, dan kemudian bertukar tempat sembah sungkem kepada bapak mertua.

prosesi pernikahan yang kedua adalah Melepas Burung Merpati

Setelah melakukan sembah sungkem, mempelai diajak berdiri di luar rumah. Kemudian ibu mertua dari mempelai pria mengambil merpati jantan dan ibu dari mempelai wanita mengambil merpati betina yang sudah disiapkan. Kemudian merpati tersebut dilepaskan ke udara.

Melepas burung merpati memberi makna yaitu mengucapkan selamat jalan pada anak-anaknya dan ibu merestui serta rela melepaskan pengantin untuk keluar rumah mengarungi biduk rumah tangga.

Prosesi dalam pernikahan adat sunda yang sangat penting adalah Sawer Pengantin

Pada sawer pengantin adalah nasehat berupa tembang dan nyanyi kepada kedua mempelai. Sebelum melakukan sawer pengantin, biasanya sudah dijelas­kan terlebih dahulu oleh penuntun acara adat. Pada saat sawer pengantin, orang tua memiliki kesempatan terakhir untuk memberi nasehat sebelum menyerah­kan mempelai pengantin perempuan pada suaminya. Biasanya dibawakan dengan pantun nikah sunda.

Alat-alat yang diperlukan mencakup paying besar, bokor berisi beras, uang logam, kunyit yang diiris-iris dan permen.


Kemudian ritual pernikahan dilanjutkan dengan Menginjak Telur dan Mencuci Kaki

Acara ritual menginjak telur dan mencuci kaki melambangkan keturunan. Bila dalam acara tersebut, telur yang diinjak pecah, pengantin akan segera mem­peroleh keturunan. Sementara mencuci kaki adalah menyucikan diri dari berbagai hal negatif.

Prosesi akan dilanjutkan dengan Membakar Harupat dan Memecah Kendi

Harupat harus dibakar sampai menyala dan ditiup bersama-sama. Membakar harupat mempun­yai makna, yaitu jantan memiliki sifat menang sendiri dan harus saling mengalah dengan pasan­gannya. Melalui ritual membakar harupat, diharap­kan kedua mempelai saling mengalah. Sementara, memecahkan kendi memberi makna bahwa kedu­anya harus bekerja sama mencapai tujuan.

Buka Pintu

Buka pintu memiliki makna yang mendalam khususnya dalam bertetangga. Sebelum bergaul dengan tetangga, tentunya harus membuka pintu terlebih dahulu untuk dapat diterima sebagai bagian dari lingkungan di sekitar kita.

Demikian makna yang terkandung dalam proses pernikahan adat sunda, hal-hal diatas mungkin saja ada penambahan atau pengurangan, namun garis besar dalam resepsi perkawinan adat sunda adalah demikian halnya. Semoga anak cucu kita bisa mewarisi budaya leluhur kita.

Pakaian Pernikahan Adat

pakaian pernikahan adat
Pakaian adat merupakan pelengkap bagi sebuah pernikahan adat, beberapa tradisi di Indonesia tetap memegang teguh pakain adat ini untuk nantinya diwariskan kepada anak cucunya. Kita ketahui bersama bahwa suku di Indonesia sangat beragam, oleh karena itu pernikahanadat.blogspot.com akan berusaha mencari dan membantu para calon pengantin yang ingin mengetahui tentang busana pernikahan adat di daerahnya.

Kali ini, pernikahanadat.blogspot.com membahas tentang pakaian pernikahan adat minang,tanduk ameh, pengantin minang
Keindahan busana marapulai dan anak daro beserta atribut yang melengkapi kedua mempelai minang tidak perlu diragukan lagi. Taburan aura keemasan menyelimuti keseluruhan penampilan mempelai dengan sulaman emas pada baju kedua pengantin dan kain songket bertabur emas yang berornamen khas.

Pakaian pengantin berwarna hitam yang dilengkapi tanduk belenggek merupakan pakaian khas bundo kanduang yang menunjukan derajat kebangsawanan suatu keluarga.

Baju kurung panjang dan kain sarung balapak merupakan busana anak daro pada umumnya. Yang membedakan adalah hiasan pada kepala dan aksesoris pendukung lainnya

Busana pengantin tersebut merupakan pakaian pengantin adat Minangkabau asli. Busana pengantin ini tersedia dalam warna adat Minangkabau yaitu merah, hitam dan kuning karena warna tersebut sarat simbolik bagi masyarakat minang. Pada setiap ritual adat, warna ini selalu ada, baik dalam ornamen ataupun busananya.

Selain menyediakan sunting yang secara umum di gunakan untuk melengkapi kecantikan mempelai wanita diseluruh Sumatra Barat, tanduk belenggek dan tengkuluk talakuang yang khas Minangkabau.

Tanduk Belenggek ini terdiri dari 2 tingkat, yang pertama merupakan tanduk dari kain bersulam benang emas yang diatasnya dihias dengan tanduk emas atau dikenal dengan tengkuluk ameh.


Sunting

Sunting adalah salah satu bentuk hiasan kepala anak daro. Sunting yang dipakai secara umum sekarang biasa disebut suntingn gadang. Nama ini untuk membedakan dengan sunting ketek yang biasa dipakai oleh pendamping pengantin yang disebut pasumandan.

Perbedaan dari sunting gadang dan sunting ketek adalah jumlah tingkat dari penyusunan hiasan di kepala. Jumlah tinggkat kembang goyang sunting pada pengantin wanita minang ini biasanya berjumlah ganjil. Jumlah tingkat sunting yang paling tinggi adalah sebelas tingkat sedang yang paling rendah tujuh tingkat.

Ada empat jenis hiasan yang disusun membentuk sunting pada hiasan kepala pengantin minang ini. Lapisan yang paling bawah adalah deretan bungo sarunai. 3-5 lapis bungo sarunai ini membentuk dasar bagi sunting minang. Kemudian diletakkan deretan bunga gadang sebanyak 3 - 5 lapis. Hiasan yang paling atas adalah kambang goyang. Sedangkan hiasan sunting yang jatuh di pipi kanan dan pipi kiri pengantin minang ini disebut kote-kote. Pakain adat minang.
More Info about wedding
persiapan pernikahan yang
harus anda ketahui

weddingshouse.blogspot.com

Pernikahan Adat Ambon

pernikahan adat ambon
Semakin kaya budaya ambon, karena salah satu adat pernikahan ambon tetap lestari hingga kini, perkawinan ambon yang sederhana membuat acara pernikahan semakin mudah dilaksanakan, walaupun begitu ada kemiripipan antara adat pernikahan ambon ini dengan pernikahan adat lainnya, yaitu adanya acara pra nikah atau lamaran yang sering disebut Perkawinan Masuk Minta.

Perkawinan Masuk Minta Adalah hubungan pertunangan antara kedua calon pasangan suami – istri telah diketahui oleh orang tua kedua belah pihak dimana usia mereka telah cukup dewasa dalam bertunangan ( berpacaran ).Pada umumnya orang tua dari keluarga laki-laki sebelum terjadi mereka akan berunding untuk menentukan waktu perkawinan dengan jelas “ masuk minta “ calon pengantin perempuan yang didahului dengan sepotong surat dan disampaikan oleh keluarga laki-laki dengan waktu yang telah ditentukan untuk masuk minta calon pengantin perempuan. Setelah adanya persetujuan dari keluarga perempuan bahwa mereka setuju untuk menerima kunjungan dari keluarga laki - laki, maka keluarga laki -laki mulai berunding untuk menentukan waktu masuk minta perempuan.

Tahap demi tahap pernikahan adat ambon adalah sebagai berikut :
Bagi orang Ambon yang menganut garis keturunan menurut garis ayah, ajakan untuk melaksanakan perkawinan biasanya datang dari pihak laki-laki (Nyong). Nona akan menunggu sampai Nyong mengutarakan keinginannya untuk menikah. Kalau setuju, nona akan menyampaikan berita itu kepada orang tuanya.

1. Menerima Surat Bertamu

Setelah ada persetujuan dari Nona, maka Nyong langsung memberitahukan keinginan itu kepada orangtuanya. Serentak dengan itu, orang tua laki-laki mengadakan acara kumpul keluarga, guna membicarakan keinginan anaknya. Selain itu, dibicarakan pula tentang waktu yang tepat untuk bertamu di rumah keluarga perempuan. Bila telah ada kata sepakat mengenai waktu pertemuan, maka dikirimlah Surat Bertamu kepada keluarga perempuan yang dibawa oleh seorang utusan.
Keluarga perempuan setelah menerima Surat Bertamu, mengumpulkan anggota keluarga dekat guna membahas surat tersebut. Bila memang keluarga mengetahui anaknya akan menikah, maka dalam pertemuan keluarga itu ditentukan waktu untuk menerima kunjungan bertamu dari keluarga laki-laki. Jawaban surat juga disampaikan melalui utusan.
Pada hari yang ditentukan, bertamulah keluarga laki-laki dirumah keluarga perempuan. Tiba di rumah keluarga perempuan, juru bicara keluarga laki-laki akan berbasa-basi sebagai pengantar, untuk menyampaikan maksud utama kedatangan yaitu meminang anak perempuan.

2. ANTAR PAKAIAN

Acara ini disebut acara Masuk Minta Nona. Juru bicara keluarga perempuan akan melayani seluruh pembicaraan dari keluarga laki-laki dengan bahasa yang halus. Dengan tutur kata yang juga sopan, juru bicara keluarga perempuan akan membicarakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki. Misalnya harta kawin.
Pada saat itu, kedua keluarga sama-sama mengandalkan kelincahan bicara dari masing-masing juru bicara. Saat itu pula kedua belah pihak akan menentukan waktu perkawinan. Penentuan waktu perkawinan ini haruslah tepat, karena masyarakat ambon percaya bahwa waktu yang tepat sangat mempengaruhi kelanggengan bahtera rumah tangga sebuah pasangan.
Dua hari menjelang hari perkawinan, kedua belah pihak harus melewati acara antar pakaian kawin. Mula-mula keluarga laki-laki mengantarkan pakaian kawin perempuan yang disebut baju mustiza atau baju basumpa yang diantar oleh seorang jujaro (anak gadis), ditemani seorang ibu yang disebut Mata Ina.
Antaran itu dibalas keluarga perempuan dengan mengantar seperangkat pakaian kawin laki-laki yakni celana panjang dan baniang, yang akan dipakai calon pengantin laki-laki saat perkawinan. Makna acara saling antar pakaian ini, adalah agar kelak setelah menikah suami istri saling memiliki tanggung jawab.
Biasanya keluarga laki-laki melengkapi antaran pakaian kawin itu dengan sebotol anggur dan sebuah kue (yang dibikin sendiri), sebagai doho-doho atau oleh-oleh kepada keluarga perempuan.


3. BASUMPAH KAWIN

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Calon pengantin laki-laki dengan berpakaian pengantin diantar oleh keluarga dekat, menuju rumah keluarga calon pengantin perempuan dengan iringi musik toto buang. Toto buang adalah jenis musik tradisional di Pulau Ambon, yang biasanya dipakai saat dilaksanakannya pesta kawin masuk minta.
Acara jemput pengantin itu bertujuan membawa calon pengantin perempuan, untuk dikukuhkan secara keagamaan, maupun secara pemerintahan, sebagai suami dan istri yang sah. Dalam acara ini, pihak keluarga laki-laki membawa harta kawin berupa seutas benang dan satu tetes air serta sopi dan satu kayu (gulungan) kain putih. Harta kawin ini berbeda untuk tiap negeri di Maluku. Harta ini harus dibayar lunas agar dikemudian hari tidak menjadi hutang.
Setelah sah sebagai suami istri, rombongan pengantin menuju keluarga perempuan untuk melaksanakan pesta dan menyerahkan harta kawin. Sepanjang jalan, tifa dan toto buang dipukul bertalu-talu menandakan kegembiraan dan tanda ada pesta.
Usai melaksanakan seluruh kegiatan di rumah perempuan, juru bicara keluarga laki-laki minta diri bersama dengan anak perempuan mereka, guna melanjutkan pesta kawin di rumah keluarga pengantin laki-laki. Saat minta diri, keluarga perempuan biasanya merasa terharu, bahkan tak jarang sampai mengucurkan air mata. Sebab merasa kini anak perempuan mereka telah menjadi milik keluarga laki-laki, yang selanjutnya akan tinggal di rumah sang suami.

4. PIRING BALAPIS

Rombongan pengantin dengan tetap diiringi musik tifa toto buang menuju rumah laki-laki sambil bersukaria. Tiba di depan rumah, istri disambut dengan Acara Basu Kaki. Basu Kaki atau mencuci kaki sebagai tanda istri harus meninggalkan semua kebiasaan lama yang buruk, sebelum ia memasuki rumah keluarga laki-laki. Acara basuh kaki istri, dilakukan salah seorang adik perempuan suami yang belum menikah. Usai membasuh kaki, tiba saatnya istri diperbolehkan keluarga laki-laki memasuki rumah untuk memulai hidup baru.
Acara basu kaki dilanjutkan dengan acara Makan Bersama Piring Balapis. Disebut piring balapis, karena di atas meja makan telah disusun lima buah piring makan (disusun berlapis) berwarna putih. Angka lima menandakan masyarakat Negeri Nusaniwe termasuk kelompok Uli Lima (persekutuan lima) dan warna putih mengartikan isi hati dari keluarga laki-laki yang bersih, putih dan tulus, yang telah menerima anak perempuan sebagai bagian dari anggota keluarga. Kini ia harus dilayani seperti anak sendiri.
Makan piring balapis dapat juga diartikan sebagai penunjukkan status social, serta kemampuan keluarga laki-laki yang sedang melaksanakan pesta perkawinan Masuk Minta.
Proses Acara Makan Piring Balapis secara singkat diuraikan sebagai berikut. Pengantin laki-laki dan pengantin perempuan beserta orang tua dan undangan dipersilahkan menuju meja makan. Selanjutnya dengan mendengarkan aba-aba melalui bunyi peluit, makanan pembuka (biasanya sop) dihidangkan untuk dinikmati. Pada bunyi peluit yang kedua, wadah makanan (mangkuk sop) diangkat oleh pelayan. Lalu saat bunyi peluit berikut, pelayan menyajikan makanan lain di atas piring susun pertama. Undangan terus menikmati makanan yang disajikan secara berganti-ganti sesuai bunyi peluit, sampai semua piring yang ada di atas meja habis terpakai.
Selanjutnya undangan meja pertama dipersilahkan meninggalkan meja, dan para pelayan akan mengundang rombongan kedua menikmati makanan, dengan tetap menggunakan tata krama seperti meja pertama. Demikian seterusnya sampai semua undangan dapat mengambil bagian di meja makan piring balapis.
5. Acara Dendang Badendang

Selesai menikmati Makan Piring Balapis, puncak atau akhir dari seluruh upacara Kawin Masuk Minta ialah Acara Dendang Badendang yaitu acara bernyanyi bersama diselingi dengan baku balas pantun. Ditingkahi dengan bunyi tifa yang mendayu-dayu, undangan mulai bernyanyi sambil goyang badan dan bergandengan tangan. Masing-masing pihak menunjukkan kemampuan mengolah kata berbalas pantun sampai puas. Kadang-kadang dilanjutkan dengam acara Dansa Katreji. Itulah wujud kegembiraan orang Ambon dari Negeri Nusaniwe saat pelaksanaan Upacara Adat Kawin Masuk Minta, Ambon.

Anda bisa juga melihat atau mendonwload isi materi di atas,
Click here to show up


More Info about wedding
persiapan pernikahan yang
harus anda ketahui

weddingshouse.blogspot.com

Perkawinan Adat Sunda

perkawinan adat sundaPerkawinan adat sunda sangat kental dengan penghormatan kaum wanita, Suasana pekawinan dilaksanakan dengan suasana yang penuh bahagia, penuh humor. jadi perasaan bahagia akan selalu mengiringi upacara pernikahan ini. walaupun demikian upacara perkawinan dilaksanakan dengan teratur, sehingga adat orang sunda ini harus kita jaga. anda bisa melihat tata cara perkawinan sunda di artikel sebelumnya, yaitu tentang pernikahan adat sunda.
anda juga bisa mendownload buku tata cara pelaksanaan perkawinan sunda ini,
click here to show uppernikahan adat sunda



More Info about wedding
persiapan pernikahan yang harus anda ketahui
weddingshouse.blogspot.com

Perkawinan Adat Batak

perkawinan adat batakPerkawinan Adat Batak mewarisi budaya nenek moyang yang sangat kaya dengan ritual suci, mempelai pria dan wanita disandingkan menjadi pasangan suami istri setelah melewati beberapa rangkaian upacara adat. pernikahan atau perkawinan adat batak di kenal sangat melelahkan, karena begitu banyaknya upacara, maka di abad moderen ini upacara dan prosesei pernikahan adat batak agak lebih fleksibel, pengurangan dilakukan tanpa menghilangkan makna perkawinan.

Rangkaian upacara perkawinan adat batak bisa dilihat dan baca pada artikel sebelumnya yaitu tata cara pernikahan adat batak. anda bisa juga mendownload buku acara pernikahan adat batak dibawah ini.
click here to show up


More Info about wedding
persiapan pernikahan yang
harus anda ketahui

weddingshouse.blogspot.com
 
 

Home | About | Terms of Use | Contact

Copyright © 2012

Pernikahan Adat

PERNIKAHAN ADAT by BloggerThemes