Tampilkan postingan dengan label adat pernikahan sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adat pernikahan sunda. Tampilkan semua postingan

Tips Mempersiapkan Acara Pernikahan

Acara pernikahan merupakan moment yang membutuhkan persiapan yang matang, tips berikut ini akan membantu anda mempersiapkan pra pernikahan, selama pernikahan dan setelah pernikahan berlangsung.

pernikahanSeperti pengalaman beberapa teman dan pengalaman acara pernikahan saya pribadi, waktu dua bulan menjelang hari bahagia tersebut adalah waktu yang sangat krusial, dimana waktu tersebut terasa sangat cepat, oleh karena itu, hendaknya urusan surat menyurat sudah anda selesaikan.

Beberapa yang harus anda persiapkan sebelum dan selama pernikahan antara lain:
  • 6 bulan sebelum hari penikahan, desainlah seperti apa undangan yang anda inginkan, meski anda mungkin belum tahu hari tepatnya kapan, namun urusan undangan pernikahan ini bukanlah hal yang sepele, karena membutuhkan waktu untuk mencetaknya, oleh karena itu pergunakanlah waktu yang penjang ini untuk menyelesaikan undangan.
  • 5 bulan pra pernikahan adalah waktunya anda menyelesaikan urusan surat menyurat, misalnya surat pindah, Akta kelahiran, KTP, surat keluarga, jangan sepelekan mengenai surat-surat tersebut, karena walaupun terlihat sepele namun mempersiapkan hal tersebut ternyata tidak selesai dalam satu minggu saja, oleh karena itu waktu lima bulan sebelum acara pernikahan adalah waktu yang aman untuk mempersiapkan surat-surat ini. Apalgi jika pasangan atau anda sendiri berasal dari luar daerah, atau luar pulau maka segeralah menyelesaikan surat-surat jika mendekati bulan-bulan ini.
  • 4 bulan menjelang pernikahan, carilah Penghulu, Pastor, atau Pendeta yang akan mempersatukan anda secara keagamaan. kadang anda membutuhkan cadangan nama agar jika orang pertama berhalangan pada hari pernikahan anda, anda masih mempunyai seseorang yang pasti bisa hadir dalam acara tersebut.
  • 3 bulan sebelum pernikahan, persiapkan tempat resepsi, catering, wedding organizer, dan dekorasi pernikahan. anda akan membutuhkan banyak list untuk hal ini, oleh karena itu akan sangat baik sekali apa bila anda mempersiapak sebuah catatan berisi daftar yang harus anda selesaikan. anda mungkin bisa melihat dan belajar mengenai beberapa acara pernikahan adat yang ada di website ini.
  • 2 bulan adalah waktu yang tepat untuk memeriksa kembali persiapan pernikahan anda, dan waktu yang tepat untuk mengirimkan undangan buat sanak saudara atau teman yang letaknya jauh. Susunlah kepanitian kecil yang terdiri dari keluarga atau rekan anda yang akan melaksanakan urusan pernikahan anda kelak. Serahkanlah
  • 1 bulan sebelum pernikahan berlangsung merupakan waktunya anda beristirahat dirumah atau bahasa jawa "dipingit" hal ini bertujuan agar anda bisa merawat tubuh dan menjaga kesehatan anda.
  • Untuk sisanya biarkanlah panitia yang anda bentuk sebelumnya yang akan bekerja, anda hanya sebagai mentor/pengawas, mintalah laporan dari setiap perkembangan yang sudah panitia pernikahan anda lakukan.
Semoga daftar pra pernikahan di atas membantu anda memberikan gambaran yang harus anda lakukan demi suksesnya dan keselamatan anda kelak di hari bahagia anda, Hari Pernikahan.

Pernikahan Adat Sunda

pernikahan adat sundaPernikahan Adat Sunda rangkaian acaranya di mulai dari pembicaraan orang tua dari pihak kedua mempelai sampai acara yang dinamakan: muka panto (buka pintu). Bagi banyak orang Sunda, tahap-tahap proses adat pernikahan wajib dilakukan. berbagai proses acara pernikahan khas Sunda sebelum dan sesudah pernikahan adalah sebagai berikut:

Download buku acara pernikahan adat sunda GRATIS.
Pertama, tahap Nendeun Omong. Tahap ini adalah pembicaraan orang tua kedua pihak mempelai atau siapapun yang dipercaya jadi utusan pihak pria yang punya rencana mempersunting seorang gadis sunda. Orang tua atau sang utusan datang bersilaturahmi dan menyimpan pesan bahwa kelak sang gadis akan dilamar. Sebelumnya memang orang tua masing-masing sudah membuat kesepakatan untuk menjodohkan atau laki-laki dan perempuannya sudah sepakat untuk ‘mengikat janji’ dalam suatu ikatan pernikahan, maka selanjutnya orang tua pria datang sendiri atau menyuruh orang ke rumah sang gadis untuk menyampaikan niat. Intinya, neundeun omong (titip ucap, menaruh perkataan atau menyimpan janji) yang menginginkan sang gadis agar menjadi menantunya. Dalam hal ini, orang tua atau utusan memerlukan kepandaian berbicara dan berbahasa, penuh keramahan.

Kedua, tahap Lamaran. Tahap melamar atau meminang ini sebagai tindak lanjut dari tahap pertama. Proses ini dilakukan orang tua calon pengantin keluarga sunda dan keluarga dekat. Hampir mirip dengan yang pertama, bedanya dalam lamaran, orang tua laki-laki biasanya mendatangi calon besannya dengan membawa makanan atau bingkisan seadanya, membawa lamareun sebagai simbol pengikat (pameungkeut), bisa berupa uang, seperangkat pakaian, semacam cincin pertunangan, sirih pinang komplit dan lainnya, sebagai tali pengikat kepada calon pengantin perempuannya. Selanjutnya, kedua pihak mulai membicarakan waktu dan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan.

Ketiga, tahap Tunangan. Tahap ini adalah prosesi ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu dilakukan penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.
Keempat, tahap Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.
Kelima, tahap Ngeuyeuk seureuh (opsional, jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah). Tahap ini dilakukan sebagai berikut:

1. Dipimpin Pengeuyeuk.
2. Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya.
3. Diiringi lagu kidung oleh Pangeuyeuk
4. Disawer beras, agar hidup sejahtera.
5. dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja.
6. Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda.
7. Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.
8. Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).
Keenam, tahap Membuat Lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.

Ketujuh, tahap Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.
Kedepalan, tahap Upacara Prosesi Pernikahan:

1. Penjemputan calon pengantin pria , oleh utusan dari pihak wanita
2. Ngabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.
3. Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.
4. Sungkeman,
5. Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.
6. Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.
7. Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.
8. Nincak endog (menginjak telur), pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.
9. Muka Panto (buka pintu). Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan.

Berikut Ini adalah contoh video prosesi pernikahan adat sunda, Semoga berguna bagi pasangan pengantin yang akan menggunakan adat sunda dalam prosesi pernikahannya.
 
 

Home | About | Terms of Use | Contact

Copyright © 2012

Pernikahan Adat

PERNIKAHAN ADAT by BloggerThemes